Kebiasaan dan Budaya Orang Jepang yang Patut Kita Tiru | GalleTique

Kebiasaan dan Budaya Orang Jepang yang Patut Kita Tiru

japan culture

Meskipun saat ini arus pertukaran informasi secara global cukup deras, namun budaya orang Jepang masih terjaga dengan baik. Bahkan turut menyebar secara luas dan menginspirasi khalayak umum.

Gambaran mengenai budaya Negeri Sakura ini tercermin kuat dalam dunia perpolitikan, sastra, film, hingga lagu.

Budaya Orang Jepang yang Patut Kita Tiru

Memangnya, apa sih keunggulan budaya dari Jepang ini? Yuk kita bahas.

1. Ada Waktu Khusus untuk Keluarga

Sama seperti negara maju lain, Jepang juga terkenal sebagai tempatnya orang-orang yang sibuk bekerja. Namun dalam beberapa kesempatan, mereka selalu menyediakan waktu khusus untuk keluarga (family time).

Misalnya ketika momen Tahun Baru tiba. Hampir tiap-tiap jalanan yang semula begitu ramai oleh hiruk-pikuk pengendara, mendadak sepi. Para warga lebih suka menghabiskan Tahun Baru bersama keluarga.

2. Bebas Meninggalkan Pilihan Sulit

Di Jepang, ada istilah penting yang dikenal begitu luas. Orang-orang sana menyebutnya dengan “Shou Ga Nai”. Artinya, “Kita tidak perlu mencemaskan hal-hal yang tidak bisa dikuasai”.

Kebanyakan orang akan merasa tertekan atau stres dalam keadaan tersebut. Namun di Jepang, orang-orangnya bebas meninggalkan pilihan sulit itu. Sebagai gantinya, mereka menjadi lebih fokus pada hal-hal yang dicintai atau merasa bisa menguasainya dengan penuh keyakinan.

3. Alam yang Hijau adalah Segalanya

Di film-film animasi buatan Jepang, banyak yang menampilkan hijaunya alam. Gunung-gunung, pekarangan, hingga tepian jalan. Kita bisa menyaksikannya sendiri pada film-film karya Hayao Miyazaki seperti “Totoro” dan “Princess Momonoke”.

Orang Jepang meyakini, bahwa ketika manusia bisa menyatu dengan alam, maka laju kehidupan jadi lebih harmoni. Tak heran jika mayoritas orang Jepang berumur panjang. Biarpun sudah tua, tetapi masih terasa begitu energik saat bekerja.

4. Terobsesi dengan Kebersihan

Di tahun 2018 lalu, kesebelasan sepak bola Jepang memang gagal melewati fase 16 besar setelah dihadang oleh Belgia. Akan tetapi, tim yang berlaga memberi kesan begitu mendalam mengenai kebersihan.

Tiap kali usai pertandingan, tim dari Jepang selalu membersihkan sampah-sampah yang berserakan di bangku penonton. Tidak hanya itu. Kebersihan loker masing-masing pemain juga selalu terjaga.

Seolah-olah mereka hendak mengatakan, bahwa “Kami memiliki obsesi yang besar terhadap kebersihan. Kapan pun dan di mana pun berada”. Bukankah bagus jika budaya orang Jepang ini kita impor tanpa syarat mulai dari sekarang?

5. Punya 3 Ungkapan yang Sangat Penting

Tiga ungkapan itu antara lain arigatou (terima kasih), gomen nasai (maafkan saya), dan daijobu desu (tak apa-apa/tak masalah). Sebelum berencana bertandang ke Jepang, sebaiknya kuasai 3 ungkapan tersebut sekaligus ekspresinya.

Kedengarannya memang sangat sederhana dan cenderung remeh. Namun, bagi warga jepang, tiga ungkapan tersebut punya arti yang begitu penting. Mereka akan dengan senang hati menyambut para turis asing yang menguasai ekspresi atas 3 ungkapan itu.

6. Tetap Sederhana

Orang-orang Jepang selalu menjunjung tinggi tiap aspek kesederhanaan. Tak heran jika mereka terobsesi untuk mengabdikan diri pada alam sepenuhnya. Hal itu terpancar begitu kuat pada salah satu budaya Jepang bernama O Hanami.

O Hanami menjadi momen yang sangat berharga karena tiap turis atau warga lokal bisa menikmati keindahan warna-warni bunga ceri. Sederhana, tapi bermakna sangat dalam. Sesuatu yang tidak semua negara memilikinya.

7. Mengenal Seni Meminum Teh

Sebelum meminum teh, orang Jepang lebih dahulu menghirup aroma, kepulan asap, serta nuansa ketenangan yang timbul. Tak terburu-buru meminumnya. Saat meminum pun, mereka menyesap sedikit demi sedikit cairannya.

Sampai-sampai di Jepang ada budaya unik bernama “Upacara Minum Teh”. Upacara tersebut mencerminkan bagaimana cara orang-orang jepang berpikir, belajar, serta memaknai kehidupan.

Jika disimpulkan, ada satu kata yang bisa mewakili keseluruhan dari budaya orang Jepang, yakni “sederhana”. Tak heran jika Jepang sampai saat ini menjadi salah satu negara besar yang menganut gaya hidup minimalis.

Tag

Komentar

Tambah komentar baru

HTML terbatas

  • Tag HTML yang dibolehkan: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.